Mari Instropeksi Diri

Ilustrasi (redaksiindonesia.com)

Oleh : Hamdani

Zaman sekarang, atau zaman now orang begitu mudah menjudge orang lain, bahkan berani mendahului hakim, bahkan mungkin Tuhan sekalipun, demi memuaskan dahaga kebenciannya pada orang lain. Nauzubillah!

Saya tidak tahu, gejala apa ini. Apakah ini merupakan salah satu implikasi negatif dari penggunaan media sosial (Medsos) yang begitu masiv, atau karena keterbukaan informasi publik yang begitu open dan mudah diakses?

Ada fenomena yang aneh, terkadang kita tak mengerti terhadap sebuah objek masalah, tetapi meyakini sesuatu berdasarkan informasi sepotong-potong dari media massa dan media sosial, lantas kita menganggap itu merupakan suatu kebenaran yang absolut.

Ironisnya dengan informasi yang minim data tersebut kita  dengan sangat Pe De langsung berusaha menyampaikan kepada orang lain informasi yang kita yakini benar (padahal belum tentu benar). Kita tak menyadari dampak yang bisa ditimbulkan dari share kita itu, sehingga fitnah merajalela di atas permukaan bumi.

Tapi yang pasti, setiap perkataan dan perbuatan kita di dunia akan diminta pertanggungjawaban di akhirat. Insya Allah akan menambah timbangan amal buruk…amin.

Oleh sebab itu, mari kita instrospeksi diri, supaya kita menjadi hamba yang bermanfaat buat orang lain, kalau tidak bermanfaat buat orang lain, setidaknya bermanfaat buat diri sendiri dan tidak menzalimi diri sendiri. Mari.

Tulisan singkat ini tentu tidak berniat menggurui, tapi hanya sebagai upaya untuk saling mengingatkan dan instropeksi diri. Karena sesungguhnya, manusia itu selalu dalam keadaan alpa. Oleh sebab itu, dengan sering mendapat peringatan, maka dia akan bersikap hati-hati. []

Hamdani, SE.,MSM

Penulis adalah Dosen pengempu mata kuliah di Politeknik Negeri Lhokseumawe, saat ini juga berkhidmad sebagai wartawan. (Tulisan ini adalah opini pribadi, tidak ada kaitan dengan institusi tempat penulis mengabdi).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*